Bisnis
Typography

Satgas Pangan Mabes Polri menyegel PT Indo Beras Unggul, salah satu pabrik beras di Jalan Raya Karawang-Bekasi, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penyegelan pabrik dilakukan pada Kamis (20/7) malam, dengan pengawalan puluhan polisi bersenjata lengkap.

Penyegelan terhadap PT Indo Beras Unggul dilakukan atas 'dugaan' kasus yang merugikan konsumen. Selain itu, ada indikasi permainan bisnis secara curang dengan membuat produk bernama 'Maknyuss' dan 'Ayam Jago' dengan menggunakan beras dari jenis benih padi varietas IR64 yang menghasilkan beras medium yang kemudian dijual dengan harga beras premium. Bahkan, untuk meyakinkan konsumen, pihak perusahaan itu memalsukan kandungan produk beras pada kemasannya. Akan tetapi, setelah diperiksa, ternyata itu bukan beras premium, melainkan beras IR64.

Direktur PT IBU Jo Tjong Seng membantah semua tuduhan, ia mengklaim perusahaan tak pernah sekalipun membeli beras subsidi, hingga sangkaan 'memalsukan kemasan' beras-beras yang semestinya diberikan untuk korban bencana. "Beras kami berlabel dan sesuai mutu Standar Nasional Indonesia," ujar Jo Tjong Seng dalam keterangan resmi, Jumat (21/7).

Indo Beras Unggul, sambungnya, juga ingin memastikan konsumen untuk tidak merasa dibohongi dengan kabar yang beredar tentang minus produknya. Perusahaan yang berkantor pusat di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan itu memastikan bahwa beras berlabel berdasarkan standar ISO 22000. "(yang) Mengikuti ketentuan pelebelan yang berlaku dan menggunakan laboratorium terakreditasi sebagai dasar pencantuman informasi fakta nutrisi," kata dia menambahkan.

Kendati demikian, Jo mengaku perusahan tetap akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Ini, kata dia, sebagai bentuk komitmen penuh perusahaan kepada pelanggan. "Siap untuk kooperatif dan transparan," tegasnya.