Jogja
Typography

"Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu.." ya itu adalah pengalaman lagu legendaris berjudul 'Yogyakarta' dari Kla Project. Tergambarkan seniman musik jalanan atau pengamen akrab dengan sejumlah tempat wisata di Yogyakarta, satu diantara Malioboro.

BAGAIMANA jika ada oknum pengamen membuat tak nyaman wisatawan? bermula dari postingan warganet di grup media sosial soal kelakuan oknum pengamen di pedestrian Malioboro mendapatkan reaksi beragam.

Begini postingan yang ramai mendapatkan komentar dari warganet: 'Curhat boleh to mas admin... katanya Yogya berhati nyaman tapi duduk2 di Malioboro sekarang tidak nyaman, setiap 5 menit datang pengamen dan kalau tidak dikasih duit malah mecicil ora gelem lungo. Mohon aparat terkait tertibkan para pengamen! Beberapa hari yang lalu."
Lantas apa curhatan itu sama dengan tanggapan dari wisatawan di Malioboro yang lain?

Yusmawardi (48), pengunjung asal Cirebon yang usai dihampiri pengamen mengatakan, ini bukan kali pertamanya ia ke Yogyakarta. Kali ini ia bersama keluarganya untuk berlibur ke kota gudeg.

Menurutnya, jika di keramaian terdapat pengamen merupakan hal yang wajar, namun kadang dengan kehadiran pengamen ia sedikit terganggu. Ia juga berpendapat bahwa seharusnya para pengamen tersebut tidak sampai di pedestrian Malioboro ini.

"Kalau di keramaian ada yang ngamen itu wajar, tapi menurut saya ada rasa sedikit mengganggu jika pengamen itu ada di sini (pedestrian). Pengamen seharusnya tidak ada di sini, kalau di lesehan tidak apa-apa karena kan kalau di sini untuk nyantai-nyantai," katanya saat ditemui di Malioboro, (8/7/2017).

Mengenai adanya pengamen yang terkesan mengintimidasi dan memaksa pengunjung di kawasan Malioboro, ia beranggapan, bahwa para pengamen seharusnya tidak boleh memaksa dan ikhlas menerima berapapun yang diberikan oleh pengunjung.

"Sebenarnya orang ngamen kan minta dan menghibur kita, kalau yang diamenin tidak mau yang memberi ya jangan memaksa, harusnya walau seribu ataupun berapa harus diterima. Pengamen harusnya juga berpartisipasi menjaga nama baik Yogyakarta yang terkenal ramah terhadap pengunjungnya," jelasnya.

Ita Susana (34), warga Kalasan yang didatangi pengamen di pedestrian menuturkan, ia ke Malioboro bersama dengan beberapa keponakan dari Bandung untuk mengantar berlibur. Ita tidak merasa diintimidasi atau dipaksa memberi saat dihampiri oleh pengamen tadi, namun dirinya merasa terganggu dengan kehadiran pengamen tersebut.