Pemalang
Typography

Kecelakaan maut yang melibatkan bus, truk, dan sepeda motor terjadi di Jalur Pemalang-Purbalingga, tepatnya di Jalan Raya Belik, Pemalang, Jawa Tengah, Senin siang tadi. Akibatnya, dua orang meninggal dunia dan belasan lainnya terluka.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Pemalang, AKP Riswanto membenarkan kecelakaan maut tersebut. Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi di Desa Bulakan, Kecamatan Belik.

Berdasarkan informasi di lapangan, bus bernomor polisi K 1600 EM itu melaju dari Pemalang Kota dan menabrak truk engkel bernomor polisi B 9646 TDD dan sebuah sepeda motor.

"Yang jelas, bus PO Mahesa Putra melaju dari Pemalang Kota menuju Purbalingga. Dua orang meninggal dan sebelas luka-luka. Yang meninggal dari pengendara sepeda motor," ucap Riswanto di Pemalang, Senin (3/7/2017).

Adapun dua korban kecelakaan maut itu adalah Hendra, 42 tahun, dan Ujang Ruspiyadi, 55 tahun. Jazad dua warga Randudongkal, Pemalang itu dibawa ke Rumah Sakit Marditillah, Randudongkal.
Setelah mengevakuasi para korban, polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi para korban dan mengetahui kronologi pasti peristiwa itu.

Informasi yang diperoleh Liputan6.com, kecelakaan maut bermula saat bus yang dikemudikan Siswo Edi membawa rombongan ziarah dari Pekalongan menuju makam Mbah Malik di Kedungparung, Sokaraja, Banyumas.

Saat tiba di lokasi kejadian, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor dan truk engkel dengan kecepatan cukup tinggi. Tabrakan pun tak bisa dihindari.

Untuk menghindari benturan, sopir bus membanting setir ke kiri, sehingga menabrak sepeda motor dan sebuah pohon. Laju bus baru berhenti setelah menabrak sebuah pohon di pinggir jalan.
Sedangkan truk engkel terperosok ke parit dengan kondisi ringsek di bagian depan. Sementara, sepeda motor ringsek dan pengendaranya tewas di lokasi kejadian. Benturan keras pun menyebabkan pengemudi sepeda motor tewas seketika di lokasi kejadian. Ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan maut itu ringsek di bagian depan.

Riswanto menerangkan, kejadian semula sepeda motor Yamaha Vega Nopol G-2108-PM melaju dari arah selatan ke utara. Sesampainya di tempat kejadian mendahului truk engkel yang melaju searah di depannya.

Namun, ruang gerak sempit, sepeda motor pun membentur bodi depan sebelah kanan truk engkel. Selanjutnya, truk engkel oleng ke kanan dan saat bersamaan dari arah berlawanan dari arah utara ke selatan melaju sebuah bus. Karena jarak dekat, terjadilah benturan.

"Jadi kesimpulannya kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor pada saat mendahului KBM truk nopol B 9646 TDD dan tidak memperhatikan ruang gerak pada saat mendahului," Kasatlantas Polres Pemalang memungkasi penjelasan seputar kecelakaan maut tersebut.

 

 

Sumber : Liputan6