Semarang
Typography

Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) adalah elemen masyarakat yang tidak sepakat dengan penerapan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017. Mereka lalu berorasi secara bergantian serta membentangkan spanduk penolakan.

Mereka menggelar aksi damai sebagai bentuk penolakan terhadap Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang 5 Hari Sekolah atau yang populer disebut full day school.
Pantauan di lapangan, peserta aksi damai berjumlah ribuan yang didominasi warga NU datang dari berbagai daerah. Dari arah Timur dan Selatang, datang rombongan dari Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Blora, Grobogan, Demak, Cilacap, Kebumen, Purbalingga, Temanggung, Magelang, Solo dan Salatiga. Sementara dari Barat datang rombongan dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang dan Kendal. Titik tumpulnya ada di Masjid Baiturrahman dan aksi damai berpusat di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, dengan koordinator aksi Hudallah Ridwan.

Program 5 hari sekolah dinilai akan mematikan sekolah agama atau madrasah diniyah (madin) yang selama ini sudah berlangsung secara turun temurun dilaksanakan setiap sore dikalangan masyarakat santri, khususnya kaum Nahdliyin. Kebijakan ini tentu mengusik ketenangan dan tradisi baik dari masyarakat yang selama ini telah terbina sejak lama bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Masyarakat berkumpul sekaligus melaksanakan sholat Jumat di Masjid Baiturrahman Semarang. Ba'da sholat Jumat massa melakukan long march dan orasi dengan tertib menuju kompleks gubenuran dan DPRD Jawa Tengah di jalan Pahlawan No. 9, Semarang, Jumat (21/7/2017) sekitar pukul 13.00 WIB untuk menyampaikan aspirasi. Mereka menuntut Permendikbud No. 23 Tahun 2017 untuk dibatalkan.

Sebelum aksi berlangsung, banyak meme bertebaran. Salah satu yang diungkapkan KH. Ubaidullah Shodaqoh, Rais Syuriah NU Jawa Tengah. “Saya mengerti syarat rukun sholat dari guru madinku, saya mengerti makna syahadat dari guru madinku, saya tahu akhlak karimah dari guru madinku. Jika ada yang mengganggu madinku dan aku diam saja, teru di mana nuraniku?” kata KH. Ubaidullah Shodaqon seperti tertulis di meme tersebut.

Aksi damai menolak sekolah 5 hari ini akan terus berlanjut sampai dengan pemerintah mencabut Permendikbud No. 23 Tahun 2017.

 

Lampiran
Permendikbud No. 23 Tahun 2017
Sosialisasi Permendikbud No. 23 Tahun 2017
Foto Jurnalistik