Seputar Internasional

Grid List

Pemerintah Qatar telah mengumumkan bahwa Emir Tamim bin Hamad Al Thani akan menghadiri sebuah pertemuan bulan April di Washington DC, dengan Presiden AS Donald Trump.

Kedua pemimpin tersebut berbicara melalui telepon pada hari Rabu mengenai perkembangan regional dan peluang untuk "meningkatkan hubungan bilateral Amerika-Qatar dengan isu masalah keamanan dan ekonomi", menurut sebuah siaran pers Gedung Putih.

Saat percakapan telepon berlangsung, Trump memperpanjang undangannya.

"Para pemimpin sepakat mengenai pentingnya kerjasama regional dan Dewan Kerjasama Teluk yang bersatu untuk mengurangi ancaman regional dan memastikan kemakmuran ekonomi di kawasan ini," kata juru bicara Gedung Putih tersebut.

Qatar telah menghadapi blokade dari Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir sejak Juni, yang menuduh Qatar memberikan dukungan untuk kelompok ekstremis. Qatar dengan keras membantah tuduhan tersebut.

Blokade yang dipimpin Saudi terjadi setelah sebuah pertemuan regional antara Trump, Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sisi dan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Beberapa pejabat pemerintah AS, termasuk Rex Tillerson, sekretaris negara, telah menyuarakan dukungan untuk Qatar, yang merupakan tuan rumah basis komando utama militer AS untuk operasi di Timur Tengah.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengungkapkan kesiapan negaranya untuk berdialog guna menyelesaikan krisis diplomatik dengan Arab Saudi dan sekutunya dikawasan teluk, namun setiap solusi untuk krisis Teluk harus menghormati kedaulatan negaranya.

Dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat telah tiba di Doha, Qatar untuk ikut serta dalam latihan militer gabungan dengan Angkatan Laut Qatar. Latihan bersama ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Qatar dengan Arab Saudi cs.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas penyelesaian masalah di Timur Tengah, khususnya Qatar. Pembahasan ini dilakukan saat kunjungan bilateral Presiden Jokowi ke Turki.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson pada Sabtu (8/7) mendesak negara-negara Arab mengakhiri boikot mereka terhadap Qatar. Johnson bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah Khaled Al-Sabah pada Sabtu dan dijadwalkan mengunjungi Qatar di hari yang sama.

Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Nasser Al Thani meluncurkan Komite Pusat untuk mengupayakan kompensasi bagi mereka yang terdampak atas blokade empat negara terhadap Qatar pada hari ini, Senin (10/7) waktu setempat di Doha.