Nasional
Typography

Polisi menangkap tersangka berinisial HM alias Bima, Nusa Tenggara Barat, yang melakukan penipuan dengan menjanjikan pegawai honorer bisa menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS)

HM ditangkap pada 29 Juli 2019 di Pulogadung, Jakarta Timur. HM telah melalukan aksi penipuan itu sejak Juni 2010 sampai Juni 2018. Dari aksinya, tersangka mendapatkan uang sekitar RP5,7 miliar.

Jumlah seluruh uang yang sudah diterima tersangka berdasarkan bukti 128 lembar kuitansi senilai Rp5.731.000.000 yang merupakan uang milik para peserta," kata Argo, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/8/2019).

Uang tersebut diterima tersangka HB secara bertahap. Setiap tersangka menerima uang, uang tersebut akan langsung digunakan untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan penangkapan HM bermula dari empat laporan masyarakat yang diterima oleh kepolisian.

Dari laporan itu, Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian membuat tim untuk melakukan penyelidikan.

"Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, tim menangkap tersangka di rumah kontrakannya di wilayah Pulogadung, saat ditangkap, tersangka sedang bermain kartu," kata Argo dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/8).

Tersangka mencari korbannya dengan melihat daftar nama tenaga honorer di internet, lalu menghubungi korban seolah-olah tersangka bisa membantu korbannya untuk lolos menjadi PNS.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku sebagai PNS dengan menggunakan kartu pengenal Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kemenpan-RB dan Kemendikbud serta selalu berpakaian necis.

"Jadi untuk meyakinkan, korbannya ini disuruh datang ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di lantai 3. Di sana tersangka dengan pakaian safari menemui korban dan menyampaikan namanya sudah ada di SK," kata Argo.

Korban yang melihat namanya tertera dalam SK pengangkatan PNS langsung percaya dengan ucapan pelaku dan langsung menyetorkan sejumlah uang.

Pelaku juga menunjukkan mutasi rekening harian palsu dan menyampaikan bahwa seandainya korban tidak diterima uangnya akan dikembalikan.

Setelah ditunggu-tunggu, namun tidak kunjung diangkat menjadi PNS korban pun merasa tertipu dan melaporkan ke Polda Metro Jaya.

Argo mengatakan, korbannya tidak hanya dari Jakarta, ada juga yang berasa dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Karena itu, Argo mengimbau kepada para korban yang merasa pernah ditipu oleh pelaku untuk melapor ke Polda Metro Jaya.

tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun.